18 August 2026

Museum Kotta Cinna

Dari Runtuhan Candi yang Terkubur Hingga Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Medan


Di kawasan utara Kota Medan, tepatnya tertimbun sekitar 1,5 meter di bawah permukaan tanah, bersemayam sebuah rahasia besar peradaban masa lampau. Situs Kotta Cinna, sebuah kota niaga kosmopolitan yang pernah berjaya pada rentang abad ke-11 hingga ke-16, menyimpan jejak sejarah permukiman Melayu pra-Islam yang luar biasa. Reputasinya sebagai salah satu bandar paling padat dan penting di Asia pada zamannya bahkan pernah menarik perhatian media internasional sekelas National Geographic. Kini, ribuan orang—mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga seniman—telah datang untuk menyaksikan langsung serpihan kota misterius yang secara perlahan mulai terungkap ke permukaan ini.

Namun, perjalanan untuk menyelamatkan dan melegalkan status situs bersejarah ini bukanlah hal yang mudah. Setelah 14 tahun perjuangan panjang yang diinisiasi sejak 2009 oleh sejarawan Dr. Phil Ichwan Azhari beserta Tim Ahli Cagar Budaya Kota Medan, situs ini akhirnya mendapat pengakuan resmi dari pemerintah. Wali Kota Medan, Bobby Nasution, meresmikan SK Penetapan 33 Cagar Budaya Medan, di mana Struktur Bata Kota China tercatat di nomor 15 dengan nomor registrasi 15/CB/SR/2022. Struktur bata ini merujuk pada runtuhan candi kuno di areal Keramat Pahlawan yang posisinya bersebelahan dengan rumah ibadah Tapekong Tionghoa. Kabar baik mengenai pencapaian hukum ini menjadi angin segar bagi pelestarian sejarah Sumatera Utara, yang selengkapnya dapat Anda telusuri pada ulasan Kotta Cinna Ditetapkan Walikota Medan Jadi Cagar Budaya: Semoga yang Terbenam Terselamatkan.

Bukti bahwa kawasan ini merupakan bekas pusat peradaban besar semakin tidak terbantahkan dengan temuan-temuan arkeologis yang masif. Sepanjang sejarah ekskavasinya sejak tahun 1974 hingga 2016, para ahli telah berhasil menemukan enam struktur candi di kawasan ini. Penemuan tersebut diawali oleh Dr. Edward Edmund McKinnon (1974), disusul oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Jakarta (1975), tim Dr. Daniel Perret dari EFEO Prancis (2013), hingga Balai Arkeologi Medan (2016). Rincian mengenai rentetan ekskavasi situs peninggalan yang melibatkan berbagai lembaga internasional dan nasional ini terdokumentasi dengan sangat baik dalam catatan Enam Temuan Struktur Candi di Situs Kotta Cinna Medan (1974-2016).

Menariknya lagi, jejak kesadaran masyarakat dan sorotan media mengenai keberadaan situs ini rupanya telah terekam jauh sebelum ekskavasi-ekskavasi besar tersebut menjadi perhatian dunia akademik. Saat menggali berbagai dokumen usang yang kini tersimpan di Museum Situs Kota China, ditemukan fakta bahwa pemberitaan mengenai temuan struktur kuno di wilayah ini telah menghiasi halaman surat kabar lokal sejak tahun 1973. Catatan lawas ini menjadi bukti otentik betapa isu penyelamatan sejarah lokal sudah mengakar sejak puluhan tahun lalu. Anda dapat melihat langsung bukti kliping dan rekaman berharga tersebut melalui halaman Arsip: Temuan Situs Kota Cina Diberitakan Koran Medan Sejak 1973.

Pada akhirnya, Situs Kotta Cinna adalah warisan dunia yang tak ternilai harganya. Berkat situs ini, telah lahir empat disertasi internasional, belasan jurnal akademik, hingga ratusan karya sastra dan pementasan seni yang menolak melupakan sejarah. Kita patut berterima kasih kepada seluruh pihak—mulai dari para peneliti, Wali Kota Medan dan pejabat dari masa ke masa, hingga masyarakat luas—yang pernah "berlabuh" dan menaruh kepedulian di sini. Bagi Anda yang ingin merasakan langsung denyut nadi peradaban masa lampau, Museum Situs Kotta Cinna selalu terbuka menyambut kedatangan Anda untuk menyelami kebesaran kepingan sejarah bangsa.

author

Karina Wanda, S.Pd., M.Pd.

Dosen PGSD Konsentrasi IPS di FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Mahasiswa Program Doktoral Universitas Negeri Yogyakarta

0 Comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

you may also like

  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Al Washliyah
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Koleksi dan Galeri Raz
  • by Karina
  • 10 August 2026
Open Air Museum Rumah Bolon Purba
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Zoologi
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Simalungun
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Pusaka Karo
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Sumatera Utara
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Kota Tebing Tinggi
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Karo Lingga
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Juang 45 Sumatera Utara
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Daerah Kabupaten Langkat
  • by Karina
  • 09 August 2026
Museum Balai Budaya Batak Arjuna
  • by Karina
  • 25 January 2024
Museum Daerah Deli Serdang
  • by Karina
  • 19 January 2024
Museum Bukit Barisan
  • by Karina
  • 19 January 2024
Museum Upside Down World
  • by Karina
  • 19 January 2024
Museum Pusaka Nias
  • by Karina
  • 17 January 2024
Museum Gedung Arca
  • by Karina
  • 17 January 2024
Museum Huta Bolon Simanindo
  • by Karina
  • 17 January 2024
Pusat TB Silalahi
  • by Karina
  • 17 January 2024
Rumah Tjong A Fie