- by Karina
- 10 August 2026
Loading
Museum Al Washliyah merupakan salah satu wisata menarik yang ada di Medan, Sumatera Utara. Alamatnya di Jalan Masjid, Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara. Tempatnya berada di belakang Masjid Lama Gang Bengkok dan bisa dengan mudah dijangkau pengunjung.
Museum Al Washliyah merupakan titik perjuangan Al Washliyah sebagai organisasi keislaman terbesar di Sumatera Utara. Dulunya museum ini merupakan tempat berdirinya MIT atau Maktab Al-Islamiyah Tapanuli pada bulan Mei 1918. Tokoh-tokoh dari Maktab Al-Islamiyah Tapanuli inilah yang kemudian berperan dalam membentuk organisasi keislaman Al-Jam’iyatul Washliyah.
Maktab Al-Islamiyah Tapanuli didirikan pada tahun 1918 oleh para ulama Kaum Tua Mandailing. Gedungnya berlokasi di belakang Masjid Lama Gang Bengkok yang kini telah menjadi Museum Al Washliyah. Museum tersebutlah yang menjadi saksi sejarah perjuangan Al Washliyah hingga menjadi organisasi besar sampai kini.
Dulu gedung MIT tersebut berdiri di atas tanah wakaf dari tokoh penting yaitu H. Datuk Mohammad Ali Kesawan. Tempat tersebut menjadi satu-satunya sekolah yang mengajarkan Islam untuk para pelajar dari berbagai wilayah. Bahkan pelajar yang datang bukan hanya berasal dari dalam negeri saja, namun juga ada dari luar negeri.
Sebagai tempat belajar, MIT benar-benar menunjukkan pengaruhnya dalam perkembangan pendidikan Islam pada waktu itu. Seiring waktu, pelajar di MIT mulai aktif membahas berbagai persoalan keagamaan di lingkungan masyarakat. Kemudian mereka membentuk kelompok diskusi hingga tercetuslah ide untuk membentuk organisasi keagamaan yang lebih besar.
Pada 30 November 1930 berdirilah organisasi Al Jam’iyatul Washliyah di lingkungan MIT yang menjadi bagian sejarah museum Al Washliyah. Organisasi tersebut memiliki tujuan untuk mempersatukan umat Islam yang terpecah menjadi beberapa pandangan. Para pendirinya pun turut berjuang untuk memerdekakan Indonesia bahkan hingga ditangkap Belanda dan gugur.
Para pendiri organisasi Islam ini sendiri terdiri atas beberapa orang yaitu H. Ismail Banda dan H. Yusuf Ahmad Lubis. Kemudian H. Muhammad Arsyad Thalib, H. Adnan Nur Lubis, H. Abdurrahman Syihab, Tuan Arsyad, H. Syamsuddin, dan H. Sulaiman. Kemudian ketua pertama dari organisasi ini adalah H. Ismail Banda.
Bangunan tempat berdirinya MIT dan Al Jam’iyatul Washliyah ini menjadi saksi sejarah perjuangan organisasi tersebut. Kemudian pada tahun 2021, Pemerintah Kota Medan pun menetapkan bangunan bersejarah ini menjadi cagar budaya. Lalu pada tahun 2024, Ketua PW AL Washliyah Sumut dan Ketua PD AL Washliyah Medan meresmikannya menjadi Museum Al Washliyah.
Museum Al Washliyah mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat, apalagi setelah melewati sejarah panjangnya. Harapannya tempat ini bisa dikunjungi oleh banyak orang dari berbagai wilayah untuk mengenang sejarah. Tempat ini pun terbuka untuk umum dan boleh dikunjungi oleh siapapun dan kapan saja.
Selama berada di dalam museum ini, pengunjung bisa melihat banyak hal menarik dan pastinya bersejarah. Contohnya yaitu terdapat foto yang menunjukkan wajah tokoh-tokoh pendiri organisasi Al Jam’iyatul Washliyah. Kemudian terdapat arsip lama dan dokumen terkait pendirian organisasi keagamaan besar di Sumatera Utara ini.
Museum ini juga menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan dari masa Maktab Islamiyah Tapanuli. Bahkan juga ada kitab-kitab dan karya sastra lama yang merupakan karya para ulama Washliyah. Selama di sini pastinya pengunjung bisa belajar banyak hal terkait sejarah organisasi keislaman satu ini.
0 Comments:
Leave a Reply